Minggu, 13 November 2011

Kebudayaan Jawa

Sekaten dari kata Sekati

Sekaten, atau pasar malam yang biasa dilakukan menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW, selepas dari makna agamis ternyata memiliki banyak arti jika kita dapat mencermati makna di dalamnya secara mendalam. Saat ini sekaten hanya dianggap sebagai wahana hiburan bagi rakyat kecil oleh penguasa serta cara memdapat berkah dari penguasa dengan berebutan dalam acara gunungan.Namun, pada dasarnya kedua makna tersebut benar hanya terkadang kita kurang memahami makna didalam dari kedua makna tersebut.
Berikut akan saya jabarkan pemaknaan menurut diri saya yang lebih dari itu:
  • Sekaten merupakan wahana hiburan bagi rakyat, karena terdapat berbagai hiburan yang murah meriah dan terjangkau bagi semua kalangan. Selain itu ragam hiburan juga bermacam-macam
  • Sekaten dapat menumbuhkan keluarga harmonis. Stand yang beragam dan juga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan akan membuat banyak keluarga yang tadinya jarang keluar dari rumah untuk rekreasi menjadi pergi keluar dan di sekaten mereka dapat saling berinteraksi dalam keluarga akan apa yang mereka ingini masing-masing, dengan demikian dalam keluarga itu jadi tahu seperti apa kemauan anggota keluarganya. hal ini dapat membuat keluarga jadi tambah harmonis.
  • Sekaten sebagai ajang sosialisasi antar rakyat, baik yang tua maupun muda. Stand yang beragam dan banyak dikunjungi akhirnya dapat membuat orang yang tadinya tidak saling kenal menjadi mengenal satu sama lain. Dengan demikian, orang tersebut akan memperoleh banyak teman dan berbagai sifat serta daerah asal, karena kita tahu sekaten dapat mendatang kan orang dari luar kota sekalipun.
  • Sekaten merupakan tanda syukur. Dalam sekaten diadakan suatu pembagian gunungan dari penguasa ke rakyat. Ini selain sebagai simbol bahwa penguasa juga memperhatikan rakyat, juga sebagai simbol bahwa penguasa bersyukur atas rakyatnya yang selalu mendukung pemerintahannya baik dalam bentuk pujian ataupun kritikan.
Namun, menurut saya keseluruhan, inti sekaten itu terdapat pada puncak acaranya sendiri yaitu saat gunungan di keluarkan, gamelan dibunyikan dan saat Maulid Nabi Muhammad SAW (kelahiran Nabi Muhammad).
Sekaten sebagai tanda kemakmuran. Hal ini dapat di tinjau dari komponen gunungan yang dibuat serta dari asal kata sekaten itu sendiri. Sekaten itu sendiri sebenranya dari kata Sekati, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kati itu berarti ukuran bobot yang berukuran 6,25 ons dan biasa digunakan untuk mengukur beras ketika akan di masak. Dahulu orang jika membeli beras memakai ukuran ini dengan penakar adalah setengah tempurung kelapa. Jika kita tinjau lebih dalam, Sekati berarti satu kati atau 6,25 ons, dan jika menanak nasi sebanyak 6,25 ons beras itu berarti dapat mencukupi kebutuhan hidup satu keluarga dalam satu hari. Dengan demikian keluarga tersebut tidak kekurangan. Selain dari kata sekati, komponen dari gunungan juga bermacam-macam dan biasanya adalah bahan kebutuhan sehari-hari. Bahan kebutuhan sehari-hari atau sembako itu juga merupakan salah satu penopang hidup dan kemakmuran dalam sebuah keluarga. Selain sembako juga ada papan atau kayu serta kain yang turut di ambil, kedua bahan ini mewakili dari sandang dan papan yang dibutuhkan oleh tiap insan.

Pada saat gunungan dikeluarkan juga dibunyikan gamelan sekaten atau gamelan sekati. Gamelan merupakan sebuah seni musik dan mewakili seni yang lain. Ini berarti selain bahan pangan, sandang dan papan, juga manusia dianggap akan makmur bila dapat menikmati atau memiliki suatu rasa seni, salah satunya seni musik. Tidak hanya itu, Hari Maulid Nabi Muhammad SAW pun adalah saat dimana gunungan di keluarkan, ini berarti bahwa segalanya itu tidak akan mengalami kemakmuran jika kita tidak mengenal suatu agama dan Tuhan yang memberikan segalanya untuk kita.

Sehingga dengan demikian, pada hemat saya para penguasa dan jaman dahulu memandang bahwa suatu kemakmuran itu tercipta apabila unsur Pangan, Sandang, Papan, Seni dan Rohani itu tercukupi dan dalam keadaan yang seimbang. Keseimbangan tersebut dapat diambil dari kata sekati karena dengan beras sekati satu keluarga dapat melakukan berbagai pekerjaannya pada satu hari itu.
 

Budaya dan Ibadah

saya merupakan sorang muslim yang wajib percaya pada Allah yang esa (satu). Tidak boleh percaya kepada selain Allah atau yang disebut dengan musyrik. sekarang bagaimana jika ibadah yang kita jalankana diselingi dengan kebudayaan yang bisa mengurangi keimanan kita. seperti mengadakan upacara adat yang menggunakan sesajen dan solawatan yang tujuannya untuk mencari berkah Allah swt.
Adalagi disekeliling kita orang - orang yg mengagung - agungkan makam. Mereka begitu mengkeramatkan sebuah makam seseorang. Kemudian orang - orang berbondong - bondong datang untuk berziarah ke makam tersebut. Memang berziarah kubur diperbolehkan bagi umat islam dengan tujuan mendo’akan sang ahli kubur tersebut karena mungkin mereka adalah salah satu pejuang agama, dan kita mengenang jasa-jasanya. Tapi kenyataanya tidak sedikit pula para peziarah yg meminta berkah dan keselamatan dimakam tersebut, padahal kita tahu bahwa orang yg sudah mati tidak akan bisa menolong orang yg masih hidup.
Sebenarnya ada banyak hal lagi kebudayaan yang keluar dari ajaran islam, sudah pasti ini sangat mengganggu kemurnian agama islam. Sekarang baiknya kita menjalankan ajaran agama dengan baik tanpa menyampur adukan dengan kebudayaan yang ada. Sehingga terhindar dari sifat musyrik dan sirik, semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt . amin .

BUDAYA JEJARING SOSAL

Jejaring sosial saat sini sudah banyak menyita waktu remaja, sebagian besar waktu mereka dihabiskan dalam dunia maya seperti facebook, twitter, kaskus, blog atau yang terbaru hello .
hal ini membuat mereka menjadi anti sosial dengan lingkungan sekitarnya, bahkan mungkin akan membuat lebih nyaman di duia maya ketimbang dunia nyata, walaupun orang-orang di dunia maya belum tentu dikenalnya.
jejaring sosial sebetulnya akan membuat seseorang menjauh dengan orang-orang di sekitarnya dan mengakrabkan dengan orang yang jauh di sana.
Larry D. Rosen, seorang profesor psikologi di California State University menjelaskan risiko-risiko psikologis apa saja yang dihadapi remaja jika terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk mengakses jejaring sosial. Menurutnya, beberapa dampak negatif jejaring sosial pada remaja termasuk menjadikan mereka lebih rentan terhadap rasa sakit, agresif serta menampilkan perilaku anti sosial. Para ilmuwan juga menemukan bahwa remaja dan pra-remaja yang setiap harinya terlalu banyak menggunakan teknologi maupun jejaring sosial cenderung menunjukkan sikap gelisah, depresi serta kelainan psikologis lain.
Namun rosen juga menuturkan bahwa jejaring sosial juga bisa membantu remaja pemalu untuk lebih bersosialisasi dan memberanikan diri keluar dari zona nyamannya. Layanan seperti Facebook juga membantu remaja belajar berinteraksi serta berempati terhadap sesama.
Sebaiknya, orang tua juga ikut campur dalam hal ini, seperti berdiskusi atau menjadi tempat cerita yang nyaman bagi anak-anaknya untuk bertukar pikiran .

Sabtu, 12 November 2011

Remaja dan Budaya

Remaja lebih mudah mengikuti perkembangan jaman yang terjadi sekarang, mungkin juga yang bertentangan dengan kebudayaan orang tuanya. Namun, hal ini mereka lakukan agar mereka dapat diterima oleh lingkungan pergaulannya sehingga tidak dikucilkan oleh temannya, walaupun hal tersebut bersifat negatif .
Mereka lebih suka persaingan dan protes untuk memenangkan argumen mereka, merasa berbeda dari yang lainnya. Bahkan dalam hal penampilan, remaja biasanya menciptakan hal-hal baru untuk membenahi penampilannya, walaupun terkadang malah terlihat agak aneh.
Remaja lebih menyukai hal-hal baru, mereka lebih mudah menerima globalisasi yang terjadi, apapun yang baru dianggap wajar walapun terkadang dinilai kurang baik.
Apalagi saat ini sudah didukung dengan peralatan yang canggih, sehingga membuta mereka lebih mudah untuk mengetahui perkembangan yang ada, juga bersosialisai dengan dunia luar .
seperti jejaring sosial yang populer saat ini, facebook dan twitter menjadi kadar kegaulan mereka .
dengan adanya pembaruan yang terus terjadi, baiknya kita harus pandai memilih mana yang patut kita tiru dan mana yag tidak.

KONSEP DASAR PEMASARAN

Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang dilakukan oleh pengusaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba.
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.
Hubungan kebutuhan, keinginan dan permintaan
Pemasar tidak menciptakan kebutuhan tetapi kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar, seperti juga pengaruh sosial lain, mempengaruhi keinginan. Pemasar dapat menawarkan gagasan bahwa mobil mewah dapat memenuhi kebutuhan seseorang akan status sosial. Pemasar mempengaruhi permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau, dan mudah didapatkan oleh konsumen yang dituju.
Penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. 
Proses perencanaan produk dilakukan sebelum suatu proyek pengembangan produk secara formal disetujui, sumber daya yang penting dipakai dan sebelum tim pengembang yang lebih besar dibentuk. Perencanaan produk merupakan suatu kejadian yang mempertimbangkan portofolio suatu proyek, sehingga suatu organisasi dapat mengikuti dan menetukan bagian apa dari proyek yang akan diikuti selama periode tertentu. Kegiatan perencanaan produk menjamin bahwa proyek pengembangan produk mendukung strategi bisnis perusahaan yang lebih luas dan menentukan:
  1. Proyek-proyek pengembangan produk apa yang akan dilakukan.
  2. Kombinasi pengembangan produk (produk baru, produk platform, atau produk turunan).
  3. Keterkaitan antar proyek dalam suatu portofolio.
  4. Waktu dan urutan proyek.
TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN
1). Konsumen Individu
Pilihan merek dipengaruhi oleh : Kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merek, dan  sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.

2). Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen),  grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).

3). Marketing strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga, periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan.

STRATEGI PEMASARAN

SEGMENTASI PASAR :

Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.
 POTITIONING PASAR  :

1. Perusahaan perlu mengkutitrend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi, persaingan, sosial, dan ekonomi.
2. Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
3. Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu misalnya pada segmen masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar (it's better to big fish in a little pond,).
4. Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian memperhatikan reaksi pasar. Jika pemakai menyarankan perubahan maka perusahaan harus menyesuaikan strateginya.


 STRATEGI MEMASUKI PASAR :

Dalam hal ini ada 3 cara untuk memasuki pasar, yang pertama membeli perusahaan yang sudah berjalan dan mengembangkannya lagi, atau memulai perusahaan baru dan menjalankan sendiri atau join dengan perusahaan lain .

STRATEGI PENENTUAN WAKTU :

Dalam menjalankana program pemasaran, waktu yang tepat sangat dibutuhkan bagi perusahaan, hal ini sangat penting sekali maka tidak boleh terlalu cepat ataupun terlalu lambat.

STRATEGI BAURAN PEMASARAN :

Harus selalu dapat bersifat dinamis, selalu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal maupun internal. Faktor eksternal yaitu faktor diluar jangkauan perusahaan yang antara lain terdiri dari pesaing, teknologi, peraturan pemerintah, keadaan perekonomian, dan lingkungan sosial budaya. Sedangkan faktor internal adalah variabel-variabel yang terdapat dalam bauran pemasaran yakni : Product (produk), Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion .


STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN TARGET PASAR :

 Konsentrasi segmen tunggal
Perusahaan memilih berkonsentrasi pada segmen tertentu. Hal itu dilakukan karena dana yang terbatas, segmen tersebut tidak memiliki pesaing, dan merupakan segmen yang paling tepat sebagai landasan untuk ekspansi ke segmen lainnya.
Spesialisasi selektif
Perusahaan memilih sejumlah segmen pasar yang menarik dan sesuai dengan tujuan serta sumber daya yang dimiliki.
Spesialisasi pasar
Perusahaan memusatkan diri pada upaya melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu.
Spesialisasi produk
Perusahaan memusatkan diri pada pembuatan produk tertentu yang akan dijual kepada berbagai segmen pasar.
Pelayanan penuh (full market coverage)
Perusahaan berusaha melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang mungkin dibutuhkan. Hanya perusahaan besar yang mampu menerapkan strategi ini, karena dibutuhkan sumber daya yang sangat besar.



FAKTOR-FAKTOR YANG MEMBATASI PEMILIHAN STRATEGI PASAR :

1.        Terbatasnya sumber-sumber yang dimiliki oleh perusahaan
Jika perusahaan memiliki sumber-sumber yang sangat terbatas untuk melayani pasar, maka strategi yang paling baik dilakukan adalah concentrated marketing.
2.        Homogenitas produk
Strategi yang paling cocok untuk produk yang homogen adalah undifferentiated marketing, seperti pada industri baja. Sedangkan untuk produk-produk yang memiliki berbagai macam variasi (heterogen), seperti kamera, mobil, maka lebih cocok menggunakan strategi differentiated marketing atau concentrated marketing.
3.        Tahap-tahap dalam siklus kehidupan produk
Kalau barang itu baru diperkenalkan dengan kuantitas yang terbatas, maka strategi yang lebih cocok adalah undifferentiated marketing untuk memenuhi permintaan primer dengan memusatkan pemasaran pada segmen khusus (concentrated marketing). Pada tahap kedewasaan dalam product life cycle, perusahan akan lebih banyak menggunakan strategi differentiated marketing.
4.        Homogenitas pasar
Jika para pembeli mempunyai selera yang sama, maka reaksi terhadap usaha pemasaran akan sama, strategi yang paling sesuai adalah strategi undifferentiated marketing.
5.        Strategi para pesaing
Apabila para pesaing sangat aktif melakukan segmentasi (differentiated marketing) maka cukup sulit bagi perusahaan untuk bersaing melalui undifferentiated marketing. Sebaiknya jika pesaing menempuh strategi undifferentiated marketing, maka perusahaan akan memperoleh sukses dengan mengadakan segmentasi secara aktif.

dilematika remaja

Di era modern ini, remaja sudah terpengaruh dengan perkembangan globalisasi yang tentunnya sudah sangat mendunia. Hal ini menyebabkan mereka menjadi manusia yang hedonisme, yaitu bersenang-senang untuk kepentingan dunia saja. Mungkin sudah tidak lagi berfikir bagaimana hubungan dengan Tuhan-Nya, bahkan sudah lupa atau tidak perduli.
Contohnya, remaja sekaranag ini lebih memilih untuk  hang out ke mall dengan teman-temannya, ketimbang pergi ke masjid atau gereja untuk beribadah. Tempat-tempat ibadah sudah jarang sekali dikunjungi kaum muda, karena mereka terlalu sibuk dengan kegiatan dunianya. Padahal beribadah merupakan jembatan bagi umat untuk berkomunikasi dengan Tuhan-Nya, hidup akan damai dan tentram jika kebutuhan dunia dan rohani seimbang .
Contoh lainnya, konser musik atau stadion olahraga bisa penuh sesak dengan semangat mereka yang menggebu, tapi coba kita bandingkan dengan tempat ibadah yang biasanya diadakan acara siraman rohani, hanya duduk diam dan mendengarkan dengan baik saja mereka malas melakukannya. Inilah di mana saat keimanan remaja mulai menurun.
Banyak hal lain yang bisa kita jadikan contoh untuk introspeksi diri agar menjadi remaja yang lebih baik. Menyeimbangkan kebutuhan dunia dan rohani. Agar kita lebih nyaman untuk menjalani kehidupan dunia dan siap untuk menjalankan kehidupan di akhirat nantinya.