Wilayah depok sangat strategis yang berdekatan dengan Ibu kota sebagai pusat pemerintahan, Bekasi yang menjadi pusat perindustrian, dan kota kota sekitar Depok lainnya yang turut serta memberi efek ekonomi yang besar kepada kota Depok. Jika dilihat dewasa ini kota depok menjadi pusat bisnis para investor, terdapat berbagai macam jenis produk dan jasa. Dengan ini konsumen mempunyai banyak pilihan produk. Banyak hal yang dapat mempengaruhi mereka dalam menentukan keputusan mereka dalam mengkonsumsi atau membeli suatu produk, misalnya referensi dari teman atau kerabat, kebutuhan mereka untuk memenuhi gaya hidup agar dapat diterima suatu kelompok, dll
Minggu, 12 Januari 2014
apa yang mempengaruhi dan alasan anda dalam memutuskan untuk membeli suatu barang ?
Ketika hendak memutuskan untuk membeli suatu barang, banyak yang saya jadikan bahan pertimbangan. Diantaranya adalah mencari referensi harga, hal ini bisa dilakukan dengan mencari di internet atau bertanya kepada teman, bisa juga melakukan survey terhadap beberapa produsen dan mencari yang paling murah namun dengan kualitas yang sama. Mencari tahu keaslian dan kualitas dari produk yang akan dibeli, dapat dilakukan dengan bertanya atau melihat review dari customer lain. Menyesuaikan harga produk dengan budged yang dimiliki.
Selasa, 19 November 2013
PERILAKU KONSUMEN
PENGERTIAN
PERILAKU KONSUMEN
Engel dan
kawan-kawan (1994) mengatakan bahwa perilaku konsumen
merupakan suatu
tindakan yang langsung dalam mendapatkan, mengkonsumsi serta
menghabiskan
produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului tindakan
tersebut.
Perilaku
konsumen terdiri dari dua bagian.
Pertama, perilaku yang tampak, variable-variable
yang termasuk dalam perilaku ini adalah jumlah pembelian, waktu, karena siapa,
dengan siapa, dan bagaimana konsumen melakukan pembelian.
Kedua, perilaku yang tidak tampak.
Variable-variable diantara lain adalah persepsi, ingatan terhadap informasi,
dan perasaan kepemilikan konsumen.
FAKTOR YANG
MEMPERNGARUHI PERILAKU KONSUMEN
Terdapat dua faktor
utama yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu :
Pertama, faktor sosial budaya yang terdiri atas
kebudayaan, budaya khusus, kelas sosial,
kelompok sosial,
referensi, dan keluarga.
Kedua, faktor psikologis yang terdiri dari motivasi,
persepsi, proses belajar, kepercayaan, dan sikap.
Perilaku
konsumen sangat menentukan dalam proses pengambilan keputusan
membeli yang
tahapnya dimulai dari pengenalan masalah, mencari informasi tentang
produk atau jasa
yang dibutuhkan, evaluasi alternative yang berupa penyeleksian, tahap
pengambilan
keputusan pembelian, dan diakhiri dengan perilaku sesudah pembelian.
PENGERTIAN
KEPUASAN PELANGGAN
Kepuasaan
konsumen atau pelanggan adalah tingkat perasaan konsumen setelah
membandingkan
dengan harapannya.
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kepuasan pelanggan adalah mutu produk dan
pelayanannya,
kegiatan penjualan, pelayanan setelah penjualan, dan nilai-nilai
perusahaan.
Kepuasan terdiri
dari dua macam, yaitu kepuasan fungsional dan kepuasan
psikologis.
Kepuasan
fungsional merupakan kepuasan yang diperoleh dari fungsi suatu
produk yang
dimanfaatkan. Kepuasan psikologis merupakan kepuasan yang diperoleh
dari atribut
yang bersifat tidak berwujud dari suatu produk.
MEMPERTAHANKAN
PELANGGAN
Untuk
mengendalikan tingkat kehilangan pelanggan dan tetap pada posisi aman,
perusahaan perlu
mengambil empat langkah berikut:
- Menentukan tingkat bertahanya pelanggan.
- Membedakan berbagai penyebab hilangnya pelanggan dan menentukan penyebab utama yang bisa dikelola dengan lebih baik.
- Memperkirakan hilangnya keuntungan dari pelanggan yang hilang.
- Menghitung berapa biaya untuk mengurang tingkat kehilangan pelanggan.
Selain itu, ada
dua cara untuk mempertahankan pelanggan, yaitu:
- Menyulitkan pelanggan untuk mengganti pemasok.
- Memberikan kepuasan yang tinggi.
Terdapat lima
tingkat hubungan dengan pelanggan, yaitu
- Biasa: Wiraniaga menjual produk namun tidak menghubungi pelanggan lagi.
- Reaktif: Wiraniaga menjual produk dan meminta pelanggan menghubunginya.
- Bertanggungjawab: Wiraniaga menghubungi pelanggan segera setalah penjualan untuk menanyakan apakah produk atau jasa tersebut memenuhi harapan pelanggan atau tidak.
- Proaktif: Wiraniaga menghubungi pelanggan dari waktu ke waktu dengan saran untuk peningkatan penggunaan produk.
- Kemitraan: Perusahaan terus bekerjasama dengan pelanggan untuk mencapai penghematan bagi pelanggan atau membantu pelanggan bekerja lebih baik.
Husein umar, “Metodologi Penelitian – Aplikasi Dalam Pemasaran”, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1999.
Minggu, 03 November 2013
Pembelian
Kegiatan
pembelian merupakan salah satu fungsi dasar dari sebuah perusahaan,
fungsi pembelian ini dikatakan dasar karena suatu perusahaan tidak akan
dapat beroperasi dengan baik tanpa adanya fungsi tersebut. Fungsi
pembelian ini sangat penting untuk dikelola dengan sungguh-sungguh
karena ruang lingkup dari pembelian tidak hanya sebatas bagaimana
manajemen berhasil menerapkan suatu mekanisme pengadaan barang secara
tepat waktu dan sesuai dengan target harga, namun lebih jauh lagi adalah
bagaimana menetukan strategi kemitraan antar perusahaan yang efektif.
Dalam
penerapannya, secara sekilas fungsi pembelian terlihat sederhana namun
pada kenyataannya terdapat suatu hal tertentu yang harus diperhatikan,
terutama yang berkaitan dengan karakteristik barang yang dibutuhkan dan
faktor-faktor eksternal di sekitar perusahaan. Oleh karena itulah
manajemen dalam pembelian penting untuk diterapkan dalam perusahaan.
Definisi Pembelian
Pembelian
(purchasing) adalah suatu proses pencarian sumber dan pemesanan barang
atau jasa untuk membantu fungsi prosuksi dalam kegiatan prosuksinya.
Bagian yang menangani atau melakukan pembelian ini adalah Purchasing
Department (Bagian Pembelian) atau biasa juga disebut Procurement
Department (Bagian Pengadaan).
Proses
pembelian adalah tindakan-tindakan yang dilakukan secara berurutan
dalam kegiatan pembelian, atau kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan
oleh bagian pembelian.
Peran Pembelian Dalam Perusahaan
Pembelian mempunyai peranan yang penting bagi perusahaan. Peranan tersebut antara lain sebagai berikut:
A. Salah Satu Fungsi Penting Dalam Bisnis
Dalam
perusaan selalu ada 6 fungsi pokok yang dijalankan, yaitu creation
function (Pencipta ide atau gagasan), finance function (Pengumpul,
perencana dan pengawas keuangan), personnel function (Pengelola sumber
daya manusia), purchasing function (Pengadaan barang/jasa), conversion
function (Pengubah bahan produksi) dan distribution function (Penjualan
barang/jasa yang dihasilkan).
Tanpa
adanya salah satu fungsi diatas, sulit bagi perusahaan untuk dapat
beroperasi dengan lancar. Sesuai dengan skala perusahaan beberapa bagian
tersebut biasannya dapat dirangkap oleh satu atau dua bagian, tetapi
bagian tersebut tetap harus ada dalam suatu perusahaan demi kelancaran
perusahaan itu sendiri.
B. Salah Satu Elemen Pokok Dalam Proses Produksi
Tujuan
dasar dari aktifitas suatu perusahaan adalah mengembangkan dan
memproduksi barang yang dapat dipasarkan dengan memperoleh laba yang
maksimal. Tujuan tersebut dapat tercapai dengan interaksi yang tepat
dari 5 elemen yg biasa dikenal 5M, yaitu Machines, Manpower, Materials,
Money and Management.
Materials atau barang-barang merupakan daerah kehidupan suatu perusahaan, dimana barang tersebut dapat berupa bahan baku
yang nantinya akan diolah menjadi produk yang siap dipasarkan. Tanpa
adanya managemen yang baik dalam mengelolah pembelian barang ini maka
akan berdampak serius bagi suatu perusahaan. Barang-barang tersebut
harus tersedia dengan mutu yang berkualitas, sesuai dengan waktu yang
dibutuhkan, sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan dengan harga yang
sesuai/layak.
C. Sebagai Bagian Yang Bertanggungjawab Outside Manufacturing
Hasil
prosuksi suatu perusahaan pada umumnya berasal dari 2 jenis sumber,
yaitu buatan sendiri atau dibeli dari perusahaan lain. Bahan yang dibeli
oleh bagian pembelian adalah bahan baku
atau bahan setengah jadi. Dari proses pembelian yang dilakukan oleh
bagian pembelian inilah yang nantinya akan mempengaruhi hasil produksi
suatu perusahaan atau dengan kata lain bagian pembelian adalah bagian
yang bertanggung jawab atas Outside Manufacturing dan bagian produksi
bertanggung jawab atas Inside Manufacturing.
D. Sebagai Profit Centre Perusahaan
Bagian
pembelian dapat dikatakan sebagai profit centre karena bagian ini dapat
meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Pada awalnya bagian pembelian
dianggap sebagai cost centre, karena bagian ini merupakan bagian yang
selalu mengeluarkan biaya. Tetapi ketika bagian ini menekan sedikit
pengeluaran dari proses pembelian yang dilakukannya, makan bagian ini
dapat meningkatkan jumlah keuntungan yang didapat suatu perusahaan.
E. Sebagai Fungsi Strategis Perusahaan
Fungsi
pembelian dikatakan fungsi strategis dalam perusahaan karena merupakan
fungsi fital dalam suatu perusahaan dan merupakan fungsi yang juga dapat
mempengaruhi keuntungan dari perusahaan.
Prinsip Dalam Pembelian
Prinsip
merupakan hal pokok yang dijadikan pedoman dalam melakukan sesuatu.
Pembelian juga mempunyai prinsip-prinsip yang dijadikan pedoman. Prinsip
Pembelian adalah hal-hal pokok dalam pelaksanaan fungsi pembelian yang
perlu dijadikan pokok atau acuan. Fungsi pembelian atau pengadaan dalam
suatu perusahaan diadakan bukan untuk dirinya sendiri, tetapi diadakan
untuk kepentingan bagian atau fungsi-fungsi lainnya. Oleh karena itu
prinsip kerja dari fungsi pembelian harus diatur sedemikian rupa
sehingga mampu memberikan kontribusi yang besar bagi keberhasilan
perusahaan.
Isi pokok dari prinsip pembelian itu adalah sebagai berikut:
Ø The Right Price
Salah
satu dari prinsip managemen pembelian adalah the right price. The right
price merupakan nilai suatu barang yang dinyatakan dalam mata uang yang
layak atau yang umum berlaku pada saat dan kondisi pembelian dilakukan.
Ø The Right Quantity
Jumlah
yang tepat dapat dikatakan sebagai suatu jumlah yang benar-benar
diperlukan oleh suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.
Ø The Right Time
The
right time menyangkut pengertian bahwa barang tersedia setiap kali
diperlukan. Dalam hal ini persediaan barang haruslah diperhitungkan
karena jika ada persediaan barang tentunya ada biaya perawatan barang
tersebut.
Ø The Right Place
The
right place mengandung pengertian bahwa barang yang dibeli dikirimkan
atau diserahkan pada tempat yang dikehendaki oleh pembeli.
Ø The Right Quality
The
right quality adalah mutu barang yang diperlukan oleh suatu perusahaan
sesuai dengan ketentuan yang sudah dirancang yang paling menguntungkan
perusahaan.
Ø The Right Source
The
right source mengandung pengertian bahwa barang berasal dari sumber
yang tepat. Sumber dikatakan tepat apabila memenuhi prinsip-prinsip yang
lain yaitu the right price, the right quantity, the right time, the
right place, and the right quanlity.
Pada
perkembangan purchasing managemen, prinsip-prinsip pembelian tidaklah
jauh berbeda, ini membuktikan bahwa hal-hal diatas merupakan sebuah
prinsip.
Sumber :
Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar
merupakan kegiatan mengelompokkan pasar menjadi bagian konsumen yang homogen. Dimana
setiap bagian tersebut dapat dipilih sebagai target untuk pemasaran sebuah
produk.
Menurut Swastha &
Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi
pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan-satuan pasar yang bersifat
homogen.
Dalam penetapan
segmentasi pasar, terdapat beberapa hal yang menjadi dasarnya yaitu:
dasar–dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen
§ Variabel
geografi
·
Variabel tersebut, antara lain: wilayah,
ukuran daerah, ukuran kota, dan kepadatan iklim.
§ Variabel
demografi
·
Variabel tersebut, antara lain: umur,
keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll.
§ Variabel
psikologis
·
Variabel tersebut, antara lain: kelas
sosial, gaya hidup, dan kepribadian.
· Variabel tersebut, antara lain: manfaat
yang dicari, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan dan sikap pada
produk.
Kotler (1995)
mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.
Segmentasi
Geografi
Segmentasi
ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara,
propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi
ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus
dipasarkan.
2.
Segmentasi
Demografi
Segmentasi
ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan.
Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis
kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak,
remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga
dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat
pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan,
pengalaman, agama dan keturunan misalnya:
Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3.
Segmentasi Psikografi
Pada
segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
·
Status sosial,
misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah,
golongan rendah.
·
Gaya hidup misalnya: modern, tradisional,
kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
·
Kepribadian,
misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4.
Segmentasi
Tingkah Laku
Segmentasi
tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap,
penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa
variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.
Dasar–dasar
segmentasi pada pasar industri
·
Tahap 1, yaitu menetapkan segmentasi
makro, yakni pasar pemakai akhir, lokasi geografis, dan banyaknya langganan.
·
Tahap 2, yaitu sikap terhadap penjual,
ciri–ciri kepribadian, kualitas produk, dan pelanggan.
Pembagian segmen pasar:
1.
Segmentasi pasar konsumen
Yaitu
membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen (consumer
characteristic), kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmen-segmen
konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda.
2.
Segmentasi pasar
bisnis
Yaitu
membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan konsumen (consumer
responses) terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan, daan merek.
3. Segmentasi
pasar yang efektif (Fandy Ciptono, 2001)
·
Dapat diukur
(measurable), ukuran, daya beli, profil segmen;
· Besar segmen (subtantial): cukup besar dan
menguntungkan untuk dilayani;
· Dapat dijangkau
(accessible): dapat dijangkau dan dilayani secara efektif;
· Dapat dibedakan
(differentiable): secara konseptual dapat dipisahkan dan memberi tanggapan yang
berbeda terhadap elemen dan program bauran;
· Dapat
diambil tindakan (actionable): program yang efektif dapat dirumuskan untuk
menarik dan melayani segmen tersebut.
Segmentasi
pasar merupakan langkah pertama dalam strategi pemasaran tiga tahap. Strategi
pemasaran tiga tahap yaitu:
1. Membagi pasar ke dalam
kelompok-kelompok yang homogen.
2. Memilih satu segmen atau lebih yang
dijadikan target. Pemasar harus mengambil keputusan atas dasar bauran pemasaran
yang khusus yaitu produk, harga, saluran, dan/atau daya tarik promosi khusus
untuk setiap segmen yang berbeda.
3. Menentukan product positioning
(posisi produk) sehingga dirasakan oleh para konsumen di setiap segmen yang
dibidik sebagai produk yang memberikan kepuasan lebih baik daripada berbagai
penawaran bersaing lainnya.
Segmentasi
pasar banyak digunakan oleh para pelaku bisnis, diantaranya:
- Para pemasar, karena strategi segmentasi pasar menguntungkan kedua belah pihak di pasar, para pemasar barabg-barang konsumen menjadi bergairah untuk melaksanakannya.
- Para pengecer, contohnya The Gap membidik berbagai segmen umur, pendapatan, dan gaya hidup di berbagai toko eceran yang berbeda.
- Hotel-hotel, membagi pasar mereka dan menargetkan jaringan hotel yang berbeda ke segmen pasar yang berbeda.
- Perusahaan manufaktur industry, membagi pasar-pasar mereka, seperti yang dilakukan organisasi nirlaba dan media.
- Badan-badan amal, seperti Palang Merah memfokuskan usaha-usaha pengumpulan dana pada “para penyumbang besar”.
- Beberapa Pusat Seni Drama, Musik, dan Seni Tari, membagi para pelanggan atas dasar pencarian manfaat dan telah berhasil meningkatkan pengunjung melalui daya tarik promosi khusus.
Bagaimana
segmentasi pasar beroperasi?
Studi
segmentasi pasar direncanakan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan berbagai
kelompok spesifik, sehingga barang dan jasa khusus dapat dikembangkan dan
ditingkatkan untuk memuaskan kebutuhan setiap kelompok.
Studi segmentasi juga digunakan untuk menuntun perancangan ulang atau pengaturan ulang posisi produk tertentu atau penambahan segmen baru. Riset segmentasi digunakan oleh para pemasar , berbagai stasiun TV dan radio sampai surat kabar dan majalah untuk:
Studi segmentasi juga digunakan untuk menuntun perancangan ulang atau pengaturan ulang posisi produk tertentu atau penambahan segmen baru. Riset segmentasi digunakan oleh para pemasar , berbagai stasiun TV dan radio sampai surat kabar dan majalah untuk:
1. Menutup kesenjangan produk,
2. Mengenali media yang paling cocok
untuk menempatkan iklan,
3. Menentukan karakteristik pemirsa dan
pendengar serta mengumumkan temuan-temuan untuk menarik para pemasang iklan
yang mencari pendengar yang serupa.
KRITERIA
UNTUK MEMBIDIK SEGMEN PASAR SECARA EFEKTIF
Untuk menjadi target yang efektif, maka segmen pasar tertentu haruslah:
Untuk menjadi target yang efektif, maka segmen pasar tertentu haruslah:
1. Dapat diidentifikasi,
2. Mencukupi (dari sudut ukuran),
3. Stabil atau bertumbuh,
4. Dapat dimasuki (dapat dijangkau)
dari sudut media maupun biaya.
MELAKSANAKAN STRATEGI SEGMENTASI
Strategi Pemasaran yang Berbeda (Differential Marketing) adalah menentukan
target beberapa segmen dengan menggunakan bauran pemasaran individual.
Strategi Pemasaran Terpusat (Concentrated Marketing) adalah menentukan target hanya satu segmen dengan satu bauran pemasaran unik.
Kontrasegmentasi adalah usaha untuk mengetahui kebutuhan yang lebih umum dan karakteristik konsumen yang akan diterapkan kepada anggota dua segmen atau lebih, dan menggabungkan kembali segmen-segmen itu ke dalam satu segmen yang lebih luas.
Sumber :
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html
http://pengetahuantentangsegmentasipasar.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Segmentasi_pasar
Strategi Pemasaran Terpusat (Concentrated Marketing) adalah menentukan target hanya satu segmen dengan satu bauran pemasaran unik.
Kontrasegmentasi adalah usaha untuk mengetahui kebutuhan yang lebih umum dan karakteristik konsumen yang akan diterapkan kepada anggota dua segmen atau lebih, dan menggabungkan kembali segmen-segmen itu ke dalam satu segmen yang lebih luas.
Sumber :
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html
http://pengetahuantentangsegmentasipasar.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Segmentasi_pasar
Kamis, 10 Oktober 2013
Analisis Jurnal Perilaku Konsumen
ANALISIS PERILAKU
KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK SAYURAN DI PASAR MODERN KOTA BEKASI Oleh : Euis Dasipah, Haris Budiyono, Meilan
Julaeni Vol. 1 No. 2, Juli
2010.
Dalam penelitian yang diambil pada 4 pasar modern yaitu supermarket Naga,
Pondok Ungu, Superindo, Hypermarket (Grand Mall), dan Alfa Supermarket (Harapan
Indah), pembelian sayuran didominasi oleh kaum wanita
yang merupakan ibu-ibu muda, mereka mulai memikirkan kesehatan keluarganya. Semakin
bertambah usia seseorang kondisi fisiknya akan semakin menurun tetapi kesadaran
akan pentingnya arti kesehatan akan semakin meningkat. Tingkat pendidikan juga berpengaruh dalam pembelian produk sayuran di
pasar modern, sebagian responden merupakan lulusan diploma yang mengerti
bagaimana cara untuk menjaga kesehatan keluarganya. Dalam sehari berbelanja
bisa menghabiskan biaya sebesar Rp. 25.000 - Rp. 50.000, dengan kisaran gaji
antara Rp. 2.000.000 - Rp. 3.000.000 mereka tidak keberatan membayar mahal
untuk sayuran segar yang ada di pasar modern karena mutu dan kualitasnya.
Sayuran yang paling banyak dibeli oleh konsumen adalah bayam hijau, brokoli,
wortel, sawi putih dan jagung manis.
Banyak faktor yang
mempengaruhi konsumen dalam membeli sayuran di pasar modern, misalnya saja
referensi dari teman, keluarga atau kerabat dekat, tingkat pendidikan yang
tinggi dan usia seseorang juga dapat mempengaruhi keputusannya dalam membeli
sayuran di pasar modern karena kebersihan dan kenyamanannya. Ada juga yang
memebeli sayuran hanya saat-saat tertentu saja, namun ada juga yang rutin
setiap hari membeli sayuran.
Faktor-faktor dominan yang
mempengaruhi atau dipertimbangkan dalam proses pembelian sayuran adalah faktor
budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologi. Variabel-variabel
dominan yang mempengaruhi atau dipertimbangkan konsumen dalam proses pembelian
adalah keluarga, kelompok referensi, usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan, pembelajaran,
peran dan status, kepribadian, motivasi, persepsi, demografi, gaya hidup, kelas
social, keadaan ekonomi dan keyakinan.
Perusahaan sebaiknya menambah
informasi pada kemasan mengenai kualitas sayuran, tanggal produksi, cara
penyimpanan, menjaga kesegaran dan daya tahan produk, penempatan sayuran di
pasar modern harus dijaga sehingga tidak mudah rusak karean akan mengakibatkan
sayuran tersebut mudah membusuk.
Langganan:
Postingan (Atom)